Search This Blog

Monday, August 31, 2020

Jelajah Kawasan Pesisir Tambrauw

Kawasan pesisir dari Kabupaten Tambrauw, sama seperti daerah pegunungan, memiliki pemandangan yang indah sekali. Saya beberapa kali melintasinya baik dengan kapal maupun speedboat saat menemani wisatawan.
Wisatawan Selandia Baru di laut Papua Barat
Wisatawan Selandia Baru di perairan Tambrauw
Hutan hujan tropis yang ada di kawasan ini juga kaya dengan berbagai spesies hewan dan tumbuhan.
Di beberapa lokasi pantai, karena berhadapan langsung dengan lautan bebas, pada bulan-bulan tertentu yakni Desember, Januari, dan Februari, ombaknya cukup besar. Itu adalah saat yang tepat bagi pencinta olah raga selancar air untuk berkunjung ke Tambrauw.
Pada beberapa tempat tertentu dari pesisir pantai Kabupaten Tambrauw ada terumbu karang dengan air lautnya yang jernih. Ikan-ikan tropis dari ukuran kecil seperti Orange-skunk Anemonefish, Moorish Idol, Stripe Surgeonfish, parrotfish sampai yang berukuran besar seperti Humphead Wrasse bisa kita lihat saat menikmati aktivitas snorkeling.
Wisata Bahari di Sausapor
Terumbu karang di Perairan Tambrauw
Para wisatawan yang ingin snorkeling di pesisir pantai utara Tambrauw sebaiknya membawa kamera bawah air agar keindahan dunia bawah laut di daerah tersebut bisa dipotret atau direkam dalam bentuk video.
Untuk wisatawan yang ingin menghabiskan waktu selama beberapa hari mengunjungi kampung-kampung, hutan dan pantai di Tambrauw, sebaiknya menghubungi pramuwisata resmi dari DPC HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Cabang Kabupaten Tambrauw yang cukup mengerti kondisi alam dan budaya masyarakat setempat. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah Bapak Anis Sundoi. Beliau tinggal di kota Sausapor dan dapat dihubungi lewat nomor hp: 085243497666.
Beliau bisa memandu para wisatawan pencinta alam untuk melihat berbagai hal yang menarik di kawasan pantai utara Tambrauw dari pesona alam seperti Weyos yang adalah habitat alami bagi berbagai satwa burung tropis; rusa, soa-soa, kuskus, penyu, hingga ke Pulau Dua dan Werur yang pada masa Perang Dunia II adalah pangkalan militer tentara sekutu.
Wisatawan Polandia di Werur, Kabupaten Tambrauw
Wisatawan Eropa di Pantai Werur
Ada cara murah meriah untuk menikmati keindahan pesisir pantai utara Tambrauw dengan harga yang sangat terjangkau. Wisatawan bisa naik kapal penumpang barang yang berlayar antar Sorong dan Manokwari tetapi singgah di kampung-kampung yang ada di Kabupaten Tambrauw.
Wisata Bahari di Pantura Papua Barat
Meskipun rasanya sepat, wisatawan asing banyak yang penasaran dan ingin mencoba mengunyah sirih pinang kapur seperti yang dilakukan oleh wisatawan Belanda ini.

Sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya wisatawan menghubungi pramuwisata HPI untuk mendapat informasi mengenai jadual kapal perintis yang akan berangkat dari Sorong atau Manokwari menuju Tambrauw. Hal ini penting karena dengan demikian wisatawan bisa merencanakan perjalanan liburannya ke Tambrauw dengan baik dan tidak tertahan terlalu lama di daerah itu.
Ini adalah perjalanan wisata petualangan yang sangat digemari oleh wisatawan karena mereka bisa melihat dari dekat kehidupan warga setempat dalam kesehariannya. Durasi perjalanan dari Manokwari adalah sekitar 3 hari hingga sampai di Sausapor (salah satu kota pesisir di kabupaten Tambrauw). Setelah tiba di kota Sausapor, perjalanan berikutnya bisa dilanjutkan ke daerah pedalaman dengan menggunakan kendaraan 4WD.
Saat ini, Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Untuk sementara, perjalanan wisata ke Tambrauw terutama buat wisatawan asing belum bisa dilakukan. Ketika pandemi telah mereda dan sudah ada izin dari pemerintah, wisatawan internasional dan nasional bisa datang lagi ke Papua Barat. Ditulis oleh: Charles Roring
Baca juga:

Jelajah Gunung Sakofsiah dan Lembah Ases di Kabupaten Tambrauw

Gunung Sakofsiah dan Lembah Ases adalah habitat alami bagi berbagai spesies hewan dan tumbuhan Papua yang menarik untuk dilihat oleh wisatawan. Kedua tempat ini terletak di pedalaman Tambrauw sekitar 30 menit naik kendaraan 4WD dari Fef, ibukota Kabupaten Tambrauw.

Wisatawan Eropa di Papua Barat
Wisatawan Prancis di Distrik Ases, Kabupaten Tambrauw
Selama beberapa tahun belakangan ini wisatawan internasional mulai tertarik untuk berkunjung ke sana. Mereka menghabiskan waktu kira-kira 4 hari hingga 1 minggu di sana untuk menjelajah hutan, sungai dan daerah perbukitan yang ada di sana.
Wisatan Ceko di Gunung Sakofsiah
Wisatawan Ceko dan warga setempat di Gunung Sakofsiah, Kabupaten Tambrauw
Air di Sungai Ases jernih sekali. Ada banyak ikan yang bisa dijumpai di sana. Saat berjalan menyusuri tepian sungai, wisatawan bisa melihat berbagai spesies burung seperti kakaktua putih, kakaktua raja, taun-taun, nuri kepala hitam, raja udang paruh kuning, rufous-bellied kookaburra, kumkum, jagal papua, mino muka kuning, mina emas, pitta perut merah, pitta kepala hitam, dan masih banyak lagi. 
Pohon-pohon besar yang tumbuh di Pegunungan Sakofsiah dan Lembah Ases kerap dihinggapi burung New Guinea Vulturine Parrot, serta New Guinea Harpy Eagle. 
Wisatawan Amerika di Lembah Ases Pegunungan Tambrauw
Wisatawan Amerika Serikat di Lembah Ases
Rata-rata wisatawan yang pergi ke Lembah Ases membawa binocular dan kamera telefoto. Mereka bisa memotret burung surga yang berdansa di cabang-cabang pohon di pagi dan sore hari. 
Aktivitas penjelajahan hutan dilakukan pula di malam hari untuk melihat katak-katak besar di pinggir kali, ular, dan rusa.  Kuskus pohon, tupai terbang serta kelelawar sering dijumpai di Ases. Ada tempat-tempat khusus yang tidak jauh dari Kampung Ases di mana wisatawan bisa pergi guna melihat rusa, dan wallaby yang datang untuk minum air. Di sana ada beberapa mata air kecil yang kerap dikunjungi hewan mamalia. Warga setempat menyebutnya viem.


Selama wisatawan berlibur di Lembah Ases dan Gunung Sakofsiah, para wisatawan ini dilayani oleh warga setempat yang bekerja memandu mereka di hutan, maupun memasak serta menyajikan makanan di pagi, siang, hingga malam hari.
Para pramuwisata yang ada di Kabupaten Tambrauw sekarang sudah ada wadah atau organisasinya. Namanya DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Tambrauw. Ketuanya pada  saat ini adalah Nico Nauw. Jika Anda tertarik untuk berlibur ke Gunung Sakofsiah dan Lembah Ases di Pegunungan Tambrauw, silahkan menghubungi beliau lewat nomor ponsel: 082198060084.
Hutan hujan tropis yang ada di Kabupaten Tambrauw ini masih dalam kondisi baik. Para wisatawan tersebut sangat terkesan dengan keindahan alam pegunungan, dan lembah sekaligus keanekaragaman hayati yang bisa dilihat di Gunung Sakofsiah dan Lembah Ases. Mereka berkata akan memberitahu teman-teman yang lain supaya ada yang tertarik untuk berkunjung ke Tambrauw. Di tulis oleh Charles Roring

Baca juga:
English:


Wednesday, August 26, 2020

Slideshow of Bird Pictures from West Papua

The tropical rainforest of West Papua is very rich of birdlife. As a tourist guide, I often guide visitors to lowland and higher montane forests. We travel to various areas in this province to watch and take pictures of birds of paradise and other tropical birds. In the past, I used Nikon Coolpix P500, Fujifilm HS50EXR, Canon 200D with Tamron 150-600mm lens. Now I only used cell phone that was attached using an adapter behind a spotting scope or binoculars.

Birding in West Papua of Indonesia
Red Bird of Paradise
Most of the pictures were published in my blogs and websites as well as my facebook naturelife page and personal accounts.
In this slideshow, I reused the photographs again and added them with my newest pictures. After adding transitional effects and instrumental music to the slideshow, I published it on youtube.


Birds play very important role in the ecosystem of rainforest. They disperse seed, they provide fertilizer through the poops that they release everyday and they do pest control by eating insects, small mammals and reptiles in the forest.
Birding or birdwatching tourism in West Papua grew well before the Covid-19 pandemic. It stopped suddenly when government did not allow foreign tourists to travel into Indonesia. Government plan to allow foreign tourists to visit this country again in 2021.
I hope that the above slideshow of Birding in West Papua will attract interest of anyone who watches it so that he or she will be interested in traveling to this beautiful island.
If you are interested in traveling to West Papua and want me to guide you and organize your tour, please, contact me Charles Roring by email to: peace4wp@gmail.com or by whatsapp through this contact link.
Also read:

Sunday, August 16, 2020

Slideshow of Birds in Arfak Mountains of Manokwari

Here is a short slideshow of some of the birds that can be watched in Arfak mountains.


I used Canon 200D with 150-600mm Tamron G2 lens and Fujifilm HS50EXR to make the above bird photos.
For nature lovers and avid birders, Arfak mountains are very good destination not only for watching birds but also for seeing beautiful scenery and unique culture of the indigenous Papuan people.
There are two big lakes in the mountain range i.e. Anggi Giji and Anggi Gida. They are located at around 2,000 meters above sea levels. Colorful flowers can be seen growing around their slopes.
Traveling to Manokwari and sightseeing in Anggi lakes
Anggi Gida Lake in Arfak mountains
According to the website of Papua Insects Foundation, Prince Leopold and Princess Astrid from Belgium used to visit the Arfak mountains and the lakes in 1929.

Friday, August 14, 2020

A Visit to Raimuti island in Manokwari Papua

Last January three Russian tourists visited Raimuti island. It was the smallest island in the Dorey bay of Manokwari Papua. These Russian tourists were Mikhail, Dima and Inga. They spent two weeks hiking around Table Mountain, the Mansinam island, and then they went snorkeling and fishing in the Raimuti island.
According to their opinion, Raimuti was a small but beautiful place. It was located near Arfai beach, only around two hundred meters from the main Papua land. There were some mangrove trees growing in the island. These vegetations helped prevent the island from erosion that could eliminate the whole island from Papua map.

Fortunately, not many people visits the island, that's why it still exists until now.
Raimuti has been used by fishermen as a resting place or as a place to find fish bait.
Traveling and snorkeling in Manokwari

A friend of mine, an indigenous Papuan said that there is a sunken warplane wreck around the waters of the Raimuti island. Unfortunately, he did not mention the exact location of the planewreck. The island is also surrounded by coral reef which is an important habitat for fish and other marine creatures.
If you are interested in visiting the island, you can hire a boat that belongs to the fishermen at Arfai beach. Usually its cost is Rp. 100,000 per day. I suggest that you bargain to get the suitable price. Don't forget to bring your own gear if you want to scuba dive around Raimuti, Lemon, and Mansinam islands.
Traveling to Manokwari
Russian tourist