Showing posts with label autodesk sketchbook. Show all posts
Showing posts with label autodesk sketchbook. Show all posts

Sunday, June 21, 2020

Rumah Kaki Seribu

Gambar rumah kaki seribu
Rumah Kaki Seribu
Saya baru saja berkunjung ke Pegunungan Arfak selama 5 hari 4 malam. Selama di sana, saya bertemu dengan penduduk setempat yang tinggal di sekitar Danau Anggi. Saya juga sempat menginap selama beberapa hari di rumah tradisional mereka yang dikenal dengan nama Rumah Kaki Seribu. Suhu udara di sana sangat dingin sekali dan bahkan bisa mencapai di bawah 15 derajat Celcius. Tentu saja saya menggigil kedinginan di malam hari. Di dalam rumah tradisional ini, masyarakat asli Papua tersebut menyalakan api yang berfungsi untuk memasak makanan sekaligus menghangatkan ruangan. Sayang sekali rumah tradisional ini tidak memiliki cerobong asap. Saat api menyala, asap akan mengisi seluruh ruangan. Mata saya dan kawan-kawan yang naik dari kota Manokwari terasa pedih sekali.
Rumah tradisionalnya sederhana sekali tapi saya merasakan kenangan indah selama menginap beberapa hari dengan penduduk setempat. Mereka baik sekali dan memperlakukan kami sebagai bagian dari anggota keluarga.
Agar pembaca bisa memiliki gambaran mengenai seperti apa rumah kaki seribu tersebut, saya telah membuat sketsa digital menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook.

Sebotol Sambal yang Hampir Kosong

Ilustrasi digital sebotol sambal
Gambar Sebotol Sambal
Saya berkunjung ke Kafe Cinnamon tadi siang. Tapi saya tidak memesan soto. Saya memesan sepiring nasi soto. Soto adalah sup ayam yang dimasak dengan kunyit. Inilah yang menyebabkan warna kuahnya kuning. Soto adalah makanan Indonesia yang sangat terkenal. Harganya juga terjanglau. Rasanya sedap terlebih jika ditambah sedikit sambal.
Tapi fokus gambar saya kali ini bukan semangkuk soto melainkan sebotol sambal.
Sambil menunggu pesanan saya tibw, saya mulai membuat sketsa. Karena tidak ada model di hadapan mata maka saya menjadikan sebotol sambal di meja sebagai modelnya.
Jika kita berkunjung ke berbagai rumah makan di Indonesia maka kebanyakan di atas meja ada sebotol atau semangkuk kecil sambal, kecap dan garam.
Sebotol sambal yang saya sketsa itu isinya hampir kosong. Tapi masih cukup untik 5 sampai 7 orang makan siang dengannya.
Ketika soto yang saya pesan itu tiba, sang pelayan juga menaruh sambal yang baru saja digoreng di sebuah piring kecil sebagai "teman" dari soto tersebut.
Saya tidak kuat menahan rasa pedas dari sambal. Oleh karena itu, saya menambah seujung sendok saja ke dalam mangkuk soto.
Setelah saya selesai membuat sketsa itu, ada tulisan: delicious yang tertera di botol yang ikut saya gambar juga. Sambal rasanya pedas tetap saja diartikan "sedap" oleh para penikmatnya.
Oh ya, sotonya hampir dingin. Selamat makan ya....