Showing posts with label burung cendrawasih. Show all posts
Showing posts with label burung cendrawasih. Show all posts

Thursday, February 11, 2021

Logo Burung Cendrawasih Merah

Ini adalah logo burung Cendrawasih Merah yang saya buat dengan posisi kepala menghadap ke bawah (lihat ilustrasi dijital ke - 2). 

Kalau kita pergi ke Pulau Waigeo di Raja Ampat, untuk menonton burung Cendrawasih Merah berdansa, kita akan mendapati posisi alami saat sang jantan berdansa adalah dengan kepala yang menghadap ke bawah.  Gambar ini saya buat sketsa manualnya menggunakan pensil di kertas, setelah itu saya gambar lagi menggunakan stylus memakai Autodesk Sketchup.

Logo Burung Surga Merah sedang berdansa
Gambar Burung Cendrawasih Jantan sedang berdansa

Oleh karena itu, logo yang saya buat ini, posisi kepalanya menghadap ke bawah. Saya membuatnya menggunakan software vektor inkscape. 

Logo Cendrawasih Merah
Logo Burung Cendrawasih

Nama ilmiah burung Cendrawasih Merah adalah Red Bird of Paradise (Paradisaea rubra). Burung ini spesies endemik Raja Ampat dan bisa dijumpai di Waigeo, Gam, kemungkinan juga Pulau Mansuar, Batanta. 

Tuesday, June 23, 2020

Jelajah Hutan Klasow di Kabupaten Sorong

Saya sering berkunjung ke kota Sorong untuk memandu wisatawan.  Tujuan utama adalah melihat hutan hujan tropis di Lembah Klasouw yang terletak di sepanjang jalan Sorong- Tambrauw. 
Pertama kali saya ke sana adalah beberapa tahun lalu (sekitar akhir tahun 2014). Begini ceritanya:
Wisatawan asing nonton burung
Dengan ditemani beberapa pemandu lokal, kami menuju kampung Malaumkarta. Kendaraan yang kami tumpangi adalah Toyota Hilux 4WD Seri G. Jalan raya di hari Minggu pagi di kota Sorong tidak terlalu ramai. Pak Sopir (Om Julius) yang mengantar kami meningkatkan kecepatan mobilnya.

Kampung Malaumkarta
Terketak di sebelah timur Sorong, Kampung Malaumkarta bisa dicapai hanya dalam waktu kurang lebih satu jam. Kampung ini berada di pesisir pantai yang berpasir putih. Di sana kami menemui Kostan, seorang pemuda setempat yang aktif di berbagai lembaga swadaya masyarakat yang peduli dengan lingkungan hidup. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Lembah Klasow, saya menyempatkan diri untuk memotret pemandangan pantai di kampung itu. Pantai ini cocok untuk wisatawan yang suka berenang, berjemur di bawah terik matahari atau snorkeling untuk melihat warna-warni terumbu karang dan ikan-ikan laut.
Pantai di Malaumkarta
Setelah mengambil foto pemandangan pantai, kami pun melanjutkan perjalanan ke Lembah Klasow ditemani oleh bung Kostan Magablo. Kampung Malaumkarta dengan Lembah Klasow hanya dipisahkan oleh sebuah urat gunung yang lumayan tinggi. Oleh karena itu waktu yang kami perlukan untuk mencapai lembah tinggal 30 menit.
Hutan Lembah Klasow
Udara dingin dan sejuk mulai terasa saat kita berjalan memasuki hutan. Kicauan berbagai jenis burung terdengar di sela-sela dahan pohon yang rimbun. Sesekali saya mendengar suara burung kakaktua yang nyaring di angkasa.

Menonton Cendrawasih
Hutan di Lembah Klasow merupakan habitat alami berbagai jenis satwa termasuk Lao-lao atau sejenis kanguru berukuran kecil, burung Cendrawasih, rusa dan berbagai jenis kupu-kupu. Ditemani oleh Luxen Pa, Niko Nauw, Kostan Magablo dan beberapa pemuda kampung lainnya, kami menuju tepian sungai Klasow. Sesampainya di sana, kami diterpa hujan lebat. Kami berjalan terus hingga tiba di dua buah tenda terpal di tengah hutan. Warga setempat menerima kami dengan senang hati. Sekarang 2 buah tenda terpal tersebut telah berkembang menjadi Kampung Malagufuk dan Kampung Klatomok yang saling bertetangga. Perjalanan kami lanjutkan keesokan paginya ke tepi Sungai Klasow untuk menonton Cendrawasih.
Oleh karena itu, kami berteduh selama beberapa jam di rumah Misael. Ketika hujan telah berhenti, saya memutuskan untuk segera menuju tepian sungai Klasow untuk melihat burung Cendrawasih. Kamera Nikon Coolpix P600 saya bawa untuk memotret burung Cendrawasih yang bertengger di cabang pohon di seberang Sungai Klasow yang jauh, meskipun tidak tajam.
Cendrawasih Kuning Kecil
Foto Cendrawasih Kuning Kecil pertama dari Lembah Klasow yang saya publikasikan pada sejumlah artikel berbahasa Inggris untuk mempromosikan ekowisata birding di hutan dataran rendah Kabupaten Sorong

Ini foto pertama Cendrawasih Kuning dari seberang Sungai Klasow yang saya publikasikan ke dunia maya. Foto ini ikut berperan dalam mempromosikan ekowisata di kabupaten Sorong. Setelah bermalam di hutan, keesokan harinya kami berjalan kaki keluar hutan, menaiki gunung dan kemudian turun ke Malaumkarta. Jalan kaki dari Lembah Klasow ke Malaumkarta sungguh melelahkan. Namun itu adalah pengalaman yang berharga dalam upaya promosi lembah ini ke depan hingga menjadi terkenal sebagai destinasi wisata birding di dunia. Ditulis oleh Charles Roring.

Baca juga:
Anda bisa mendukung pengembangan website ini dengan membeli beberapa merchandise di Toko Online: Alam Lestari atau dengan klik gambar berikut:
Gambar digital burung Cendrawasih Kuning Kecil
Tas bergambar Cendrawasih Kuning


Gambar digital Autodesk Sketchbook Cendrawasih Merah jantan
Kaos Cendrawasih Merah


Monday, June 22, 2020

Lukisan Cat Air Burung Cendrawasih

Lukisan cat air Burung Cendrawasih berikut ini saya buat masih menggunakan Derwent Watercolor Pencils.  Saya sering melihat burung ini saat memandu wisatawan pengamat burung dalam kegiatan wisata alam di hutan hujan tropis Lembah Klasow atau Pegunungan Arfak di Papua Barat.
Burung Cendrawasih memegang peranan yang sangat penting bagi ekosistem hutan karena mereka menyebar biji-bijian dari buah yang mereka makan ke seluruh penjuru hutan. Sayang sekali, hingga kini burung-burung tersebut masih terus diburu oleh masyarakat.

Saya memperkenalkan skema ekowisata di Papua Barat dengan harapan agar masyarakat asli bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan pada saat yang sama bersama-sama ikut menjaga kelestarian hutan.
Anda bisa memesan lukisan di atas sebagai gambar cetak dalam berbagai produk seperti tas, buku, case ponsel pintar, atau mug serta rok mini. Silahkan melihatnya di link berikut: Paradise Birds in Watercolor

Sketsa Burung Cendrawasih

Gambar warna berikut ini adalah sketsa burung Cendrawasih Kuning Kecil (Lesser Birds of Paradise) yang saya buat menggunakan pensil warna. Saya biasanya membuat sketsa untuk mengisi waktu senggang ketika saya sedang di rumah atau melakukan perjalanan ke luar daerah. Oleh karena itu, saya sering membawa buku sketsa di dalam tas ketika bepergian. 
sketsa warna cendrawasih kuning kecil
Sketsa pensil warna Cendrawasih Kuning Kecil
Saya sering memandu wisatawan di hutan untuk mengamati berbagai spesies Burung Surga atau Cendrawasih tersebut. Lokasi yang saya kunjungi termasuk Pegunungan Arfak, Kabupaten Sorong, Tambrauw dan Raja Ampat.
Baru saja saya menyelesaikan satu lagi sketsa tentang Burung Cendrawasih. Saya memakai pensil Staedtler 2B untuk mengerjakannya. Kemudian saya memotretnya dan mengolahnya di komputer. Sayang sekali, hari sudah malam ketika saya mengambil foto sketsa tersebut. Akibatnya, kualitas gambar yang dihasilkan tidak terlalu terang.
Cendrawasih Kuning Kecil/ Lesser Birds of Paradise (Paradisaea minor)
Sketsa Burung Cendrawasih
Sketsa ini akan saya olah lagi dengan mewarnainya menggunakan cat air. Jika sudah jadi, saya akan menceritakannya di blog ini.
Secara umum, dunia ilmu pengetahuan mengenal adanya 42 spesies burung cendrawasih. Sebagian besar hidup di hutan Papua. Mereka memakan buah dan menyebarkannya ke seluruh penjuru hutan. Oleh karena itu burung Cendrawasih memiliki peran yang penting dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan hujan tropis tempat ia hidup dan berkembang.
Sayang sekali, karena bulunya yang indah, burung ini sering diburu. Di masa lampau, Cendrawasih yang sudah dikeringkan, diperjualbelikan orang hingga ke luar negeri.
sepasang burubg cendrawasih merah
Sepasang Burung Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra) dari Raja Ampat

Sekarang, kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya upaya untuk melestarikan satwa liar maka Burung Cendrawasih sudah mendapat perlindungan secara resmi. Cendrawasih dijadikan logo organisasi, atau lambang di berbagai institusi pemerintah maupun swasta.

Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan orang untuk menggambar, tidak hanya menggunakan pensil dan kertas, tetapi juga memakai ponsel dan sebuah stylus. Ada juga sketsa burung Cendrawasih lainnya yang saya buat secara digital menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook seperti yang ada di bawah ini. Aplikasi gambar lainnya berbasis Android yang bisa dipakai dan tersedia di Playstore adalah: 
  • Concepts: Autodesk Sketchbook, Note, Draw
  • ibis Paint X
  • FlipaClip: Create 2D Animation dan masih banyak lagi.
Sketsa burung surga merah dari Raja Ampat
Sketsa digital Burung Cendrawasih Merah

Nah, untuk para pencinta seni generasi milenial yang ingin menggambar secara digital menggunakan ponsel, silahkan menggunakan stylus. Sekarang stylus bisa dengan mudah dibeli dengan harga yang sangat terjangkau di marketplace seperti tokopedia, bukalapak dan blibli. 

Monday, December 16, 2019

Cendrawasih Kuning

Ini adalah gambar burung Cendrawasih Kuning (Paradisaea minor) yang hidup di hutan hujan tropis Papua khususnya pada dataran rendah hingga ke kawasan perbukitan. Burung ini karena bulunya yang indah sering dipakai untuk menghiasi berbagai pintu gerbang di kawasan perumahan hingga lukisan dekoratif di rumah-rumah warga. Sejumlah institusi swasta, lembaga adat, gereja dan pemerintah menggunakan lambang atau logo burung Cendrawasih.
Gambar Burung Cendrawasih (Paradisaea minor). Burung Surga ini hidup di hutan hujan tropis Papua.
Ilustrasi Burung Cendrawasih Kuning
Burung Cendrawasih Kuning adalah burung surga asli Papua yang memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis. Burung ini dan berbagai spesies burung lainnya memakan buah dari pohon-pohon yang ada di hutan kemudian menyebar biji-bijinya ke seluruh penjuru hutan.
Saya membuat ilustrasi digital burung Cendrawasih ini menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook. Sebelumnya saya harus membuat sketsanya secara manual dengan menggunakan pensil, crayon warna di atas kertas biasa. Setelah itu, saya menggambarnya kembali menggunakan stylus dari Tablet Samsung Galaxy Tab A with S pen sebagai alat utama dalam menggambar.
Baju Kaos Burung Cendrawasih Kuning
Baju Kaos Burung Cendrawasih Kuning
Ilustrasi ini sekarang tersedia dalam bentuk cetak di t-shirt, tas, mug, botol minuman serta dompet.
Artikel lain:

Sunday, December 15, 2019

Ilustrasi Digital

Selama ini saya telah membuat berbagai ilustrasi digital berupa burung, ikan, bunga serta manusia menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook. Ilustrasi itu saya tampilkan sebagian di blog ini. Ada juga yang saya muat di Redbubble dan Zazzle.
Cendrawasih Merah jantan dari Raja Ampat
Gambar Burung Cendrawasih Merah
Untuk para pembaca di Indonesia, ilustrasi digital yang saya buat sekarang bisa dibeli dalam bentuk t-shirt, mug, tumbler, buku catatan, tas belanja dan serta dompet di website tees. Berikut ini adalah Sketsa Burung Cendrawasih yang ditampilkan lewat screenshot dari produk-produk tersebut.
Gambar Burung Surga Cendrawasih Kuning (Paradisaea minor) yang hidup di hutan Papua.
Ilustrasi Digital Burung Surga
Nah, para pembaca yang tertarik untuk membelinya, silahkan saja langsung berkunjung ke halaman saya di tees pada link ini: Alam Lestari.

Thursday, July 20, 2017

Burung Cendrawasih Merah

Ini adalah sketsa sepasang burung Cendrawasih Merah di hutan Mamdifu, kawasan timur laut dari Pulau Waigeo - Kepulauan Raja Ampat. Dalam bahasa Inggris (dan Latin) burung ini disebut Red Bird of Paradise (Paradisaea rubra). Saya melihat burung ini ketika sedang memandu 3 orang wisatawan India yang khusus datang dari negara mereka untuk melihat burung-burung surga di habitat alaminya.
Red Bird of Paradise in Waigeo
Burung Cendrawasih Merah / Red Bird of Paradise (Paradisaea rubra) di hutan Raja Ampat
Sejauh ini ada 41 spesies Burung Cendrawasih atau Burung Surga yang dikenal dalam dunia sains. Kebanyakan tinggal di Papua. Keindahan warna bulu dan kemampuannya berdansa sering menyebabkan burung ini menjadi sasaran perburuan satwa liar. Pemerintah dan berbagai lembaga internasional yang mengawasi perdagangan hewan telah melarang perburuan maupun perdagangan satwa liar.
Salah satu cara untuk menekan dan mencegah perburuan terhadap satwa yang dilindungi ini adalah dengan mempromosikannya sebagai daya tarik ekowisata. Wisatawan bisa berkunjung ke hutan tempat Burung Cendrawasih biasanya berkumpul dan berdansa untuk menontonnya. Warga kampung diberi pekerjaan sebagai penunjuk jalan, tukang masak, tukang pikul tas serta pengelola penginapan supaya mereka bisa memperoleh penghasilan bagi keluarga mereka tanpa harus menembak dan menjual burung tersebut.
Sebagai pemandu wisata, saya telah memandu banyak wisatawan yang khusus datang dari berbagai negara di dunia untuk melihat burung surga di berbagai hutan Papua.
Secara pribadi saya sangat beruntung karena telah melihat berbagai spesies yang hidup di Papua Barat, antara lain:
  • Cendrawasih Kuning / Lesser Birds of Paradise (Paradisaea minor)
  • Cendrawasih Merah/ Red Bird of Paradise (Paradisaea rubra)
  • Cendrawasih Raja / King Bird of Paradise (Cicinnurus regius)
  • Cendrawasih Hitam / Western Parotia (Parotia sefilata)
  • Cendrawasih Knang / Magnificent Bird of Paradise (Cicinnurus magnificus)
  • Cendrawasih 12 Antena / Twelve wired Bird of Paradise (Seleucidis melanoleuca)
  • Cendrawasih Leher Biru / Magnificent Riflebird (Ptiloris magnificus)
  • Cendrawasih Paruh Lengkung Hitam / Black Sicklebill (Epimachus fastuosus)
  • Cendrawasih Paruh Lengkung Coklat / Brown Sicklebill (Epimachus meyeri)
  • Cendrawasih Ekor Pita / Ribbon-tailed Astrapia (Astrapia mayeri)
Karena saya suka sekali menggambar/ melukis maka saya telah membuat sketsa beberapa spesies yang telah saya lihat tersebut. Sebenarnya bukan hanya burung yang saya gambar.
Ada juga bunga, perahu, pemandangan alam serta gambar manusia. Berikut ini adalah gambar seorang perempuan yang duduk di tepi pantai sambil menikmati keindahan matahari terbenam. Ulasan tentang gambar ini bisa dilihat di blog saya yang lain yakni wildlife-drawing.blogspot.com.
Figure drawing of a lady by the beach during sunset time
Gambar Perempuan Memandang Senja
Jila Anda tertarik menonton secara langsung burung Cendrawasih di hutan Papua, silahkan menghubungi saya lewat email: leororing@gmail.com atau pesan teks di whatsapp: +6281332245180.

Friday, May 20, 2016

Lukisan Cat Air Burung Surga

Setelah membuat sketsa Burung Cendrawasih beberapa waktu yang lalu, langkah selanjutnya adalah mewarnainya agar karya seni ini nampak lebih bagus. Saya pakai Pensil Warna Cat Air ( Derwent Watercolour Pencils). Jadi saya bisa mengarsir atau mewarnai gambar layaknya seperti menggunakan pensil warna biasa. Selanjutnya saya gunakan kuas kecil yang telah dicelup sedikit ke dalam air dan menyapukannya ke permukaan gambar yang telah diwarnai untuk menciptakan efek sapuan kuas.

Lesser Birds of Paradise (Paradisaea minor)

Efek sapuan kuas basah mengakibatkan warna mengisi permukaan kertas secara lebih merata. Untuk menghemat waktu maka saya tidak mengarsir sketsa yang ada. Saya langsung menggunakan pensil itu sebagai cat air. Caranya mudah saja. Setelah mencelupkan kuas ke air, saya menyapukannya ke ujung pensil sesuai dengan warna yang saya kehendaki. Selanjutnya saya menyapu permukaan sketsa yang hendak diwarnai. Pekerjaan ini berisiko merusak gambar karena kertas yang saya pakai lebih tipis dari yang diperuntukan bagi lukisan cat air. Dengan penuh kehati-hatian dan kesabaran, akhirnya saya bisa menyelesaikan lukisan tersebut. 

Beberapa tahun lalu, saya juga membuat gambar Cendrawasih jantan (1 ekor) dan betina (2 ekor) yang saya lihat di hutan Susnguakti Manokwari. Karena saya menggunakan pensil warna cat air Derwent untuk mengerjakannya maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan gambar ini lama sekali hingga beberapa bulan. 
Semoga Anda menyukainya.

Wednesday, May 11, 2016

Burung Surga Jantan

Saya baru saja mengunggah sebuah gambar vektor ke akun di Redbubble. Judulnya adalah Lesser Birds of Paradise artinya Burung Surga Kecil. Dalam bahasa Indonesia, burung ini lebih dikenal dengan nama burung Cendrawasih. Gambar di bawah ini adalah Cendrawasih jantan. Burung
Burung ini hidup di hutan-hutan Papua. Burung surga dan burung-burung lainnya yang ada di hutan memegang peranan penting dalam kelestarian hutan hujan tropis Papua. 
Burung Cendrawasih Jantan dari hutan hujan tropis Papua
Mereka menyebarkan biji-bijian dari buah yang mereka makan ke seluruh penjuru hutan. Hutan hujan tropis sangat bermanfaat bagi kehidupan kita karena menyerap gas-gas CO2 yang kita lepaskan ke udara dari kendaraan bermotor, kompor dan termasuk rokok yang kita hisap sehari-hari. Pada saat yang sama, hutan tropis melepas Oksigen ke udara yang kita hirup setiap detiknya.
Sayang sekali, burung surga atau burung Cendrawasih ini terus diburu oleh masyarakat karena keindahan bulunya.
Cendrawasih jantan harus menunjukkan kelihaiannya berdansa guna memikat burung Cendrawasih betina agar mereka bisa kawin. Atraksi dansa ini telah menjadi daya tarik wisata terutama bagai wisatawan pencinta alam dan pengamat burung. Meskipun tur di hutan tergolong sulit, banyak yang tetap berminat untuk menjadi peserta. 
Sebagai seorang pemandu turis, saya telah mengatur perjalanan bagi ratusan wisatawan yang ingin menjelajah hutan sekaligus menonton keindahan burung ini. Saya biasa mengantar wisatawan pengamat burung tersebut ke Lembah Klasow di Kabupaten Sorong atau ke Pegunungan Arfak di Kabupaten Manokwari di Papua Barat.
Meskipun perjalanan di dalam hutan tergolong sulit, para wisatawan senang karena bisa melihat ekosistem hutan dan menonton tarian burung Cendrawasih yang bisa dibilang sebagai bonus buat mereka.
Baca juga: