Showing posts with label selancar air. Show all posts
Showing posts with label selancar air. Show all posts

Sunday, June 28, 2020

Gadis Cilik Papua yang Suka Selancar Air

oleh Charles Roring
Peselancar cilik perempuan
Peselancar cilik di Manokwari
Anak-anak di Kampung Abasi melihat laut sebagai tempat bermain. Setiap hari mereka ada di pantai. Ada yang mendayung perahu, memancing, berenang atau berlarian di pasir pantai yang berwarna putih. Kampung Abasi terletak sekitar 20 menit naik sepeda motor dari pusat kota Manokwari.
Lokasi pantai Abasi yang tidak terlalu jauh dari kota menyebabkan wisatawan dapat dengan mudah mengunjunginya. Di samping itu, signal telepon genggam di tempat ini cukup kuat. Dengan menggunakan fasilitas internet dari telkomsel flash, para pengunjung bisa langsung meng-upload foto yang mereka buat selama bertamasya di pantai dari laptop ke Facebook, Twitter atau blog mereka. Simcard untuk kartu Simpati dan Kartu As bisa didapatkan dengan mudah di kota Manokwari.
Belakangan ini, Kampung Abasi masuk dalam perhatian para peselancar dunia karena ombaknya yang cocok untuk olah raga selancar air. Ketika mereka datang ke Kampung Abasi, mereka mendapati bahwa ada beberapa anak Papua yang berpotensi menjadi peselancar profesional seperti mereka. Salah satu dari antaranya adalah seorang gadis cilik yang bernama Vera. Bila kakak-kakaknya yang laki-laki bermain ombak, Vera juga ikut ke laut bersama mereka. Pada mulanya ia tidak semahir mereka. Setelah berlatih beberapa kali maka ia pun bisa berdiri di atas papan luncur.
Para peselancar dunia yang menyaksikan Vera berselancar air sangat menyukainya. Mereka senang karena ternyata ada juga anak perempuan yang bisa berdiri sejajar dengan anak laki-laki di permukaan laut. Vera masih perlu berlatih terus untuk menyempurnakan ketrampilannya.
Saya sengaja mempromosikan wisata surfing di Manokwari lewat internet untuk membantu masyarakat di Kampung Abasi memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia guna meningkatkan penghasilan mereka sekaligus melestarikannya untuk generasi sekarang maupun yang akan datang. Untuk memperoleh informasi lebih mendetail tentang surfing di Manokwari, silahkan mengunjungi blog abasiklubsurfing.blogspot.com.

Friday, June 26, 2020

Peselancar Dunia di Tanjung Bakaro Manokwari

oleh Charles Roring
Foto di bawah ini menunjukkan seorang wisatawan bernama Alberto Castro dari Brazil sedang menikmati kegiatan selancar air (wave surfing) di Pintu Angin - Tanjung Bakaro, Manokwari. Alberto adalah seorang peselancar yang sudah sangat berpengalaman. Dia beserta beberapa teman dari tim SurfExplore berkunjung ke kota ini pada bulan Februari hingga Maret yang lalu.  Mereka melakukan eksplorasi berbagai tempat di pesisir pantai utara (pantura) Manokwari untuk ombak-ombak besar.
Pintu Angin Bakaro
Kawasan pantura di wilayah Manokwari berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik. Selama bulan November hingga April perairan pantainya diterpa oleh ombak besar yang ketinggiannya mencapai beberapa meter sehingga cocok untuk olahraga selancar air.
Hayato Maki di Manokwari Papua Barat
Peselancar internasional Hayato Maki dari Jepang di Pantai Pintu Angin (Tanjung Bakaro) Manokwari
Ada banyak tempat di Manokwari yang telah mereka tentukan sebagai spot surfing terbaik. Salah satunya adalah di Pinto Angin. Di sini, hanya peselancar yang sudah berpengalaman saja yang boleh melaut. Bagi peselancar yang masih berada pada tingkat pemula (beginners), kawasan pesisir yang saya rekomendasikan adalah Pantai Amban, Tanjung Pepaya serta Pantai Bakaro (tempat panggil ikan).
Kota Manokwari sudah memiliki sebuah klub untuk para peselancar. Namanya Abasi Klub Surfing. Mereka juga sudah mempunyai blog yang tertulis dalam bahasa Inggris yakni abasiklubsurfing.blogspot.com. Jika Anda adalah seorang peselancar yang tertarik untuk berburu ombak di Manokwari, saya sarankan untuk bertemu dengan anggota-anggota dari Abasi Klub Surfing.
Belum ada surfcamp di sekitar pantai Abasi maupun Tanjung Bakaro. Para pelancong yang berkunjung ke Manokwari bisa menginap di rumah-rumah penduduk dan di beberapa hotel yang ada di kota ini. Setiap peselancar hendaknya didampingi oleh surfguide yang sudah berpengalaman dari Abasi Klub Surfing. Hal ini untuk memastikan agar para peselancar mengetahui spot surfing yang aman buat mereka, dan kondisi di bawah airnya apakah berbatu-batu atau berpasir.
Setelah para peselancar dunia dari tim SurfExplore itu kembali ke negara masing-masing, mereka menerbitkan sebuah artikel di situs surfline. Situs yang diperuntukkan khusus bagi olah raga selancar akan membantu mempromosikan pinto angin sebagai destinasi alternatif untuk berselancar di Indonesia.

Tuesday, February 26, 2013

Selancar Air di Manokwari

Selancar air di Manokwari
Selancar adalah olah raga air yang sangat menantang dan berbahaya. Selain memerlukan ketrampilan, pengetahuan atas ombak, dan keseimbangan khusus untuk berdiri di atas papan luncur, peselancar harus berani menghadapi ombak yang besar. Hal ini sangat tidak bisa dilakukan oleh siapa saja. Untuk menjadi peselancar yang mahir, seseorang harus berlatih selama berjam-jam hingga beberapa minggu.
Di Manokwari - ibukota Provinsi Papua Barat, anak-anak Papua yang tinggal di Pantai Abasi sudah terbiasa berenang di laut dengan ombak yang tinggi. Banyak di antaranya yang memanfaatkan papan kayu untuk berselancar. Pada suatu hari, kegiatan mereka untuk berselancar dengan papan yang sederhana tersebut menarik perhatian wisatawan asing yang suka dengan selancar air. Sejak saat itu, satu atau dua orang di antaranya mendapat bantuan papan selancar standar yang terbuat dari foam dan fiberglass.
Para peselancar di Pantai Abasi
Para pemuda peselancar di Abasi
Dengan berlalunya waktu, anak-anak Papua di Abasi kemudian bertemu dengan Salo Rumadas, seorang pengusaha Papua yang juga suka dengan olahraga selancar air. Atas inisiatif Salo, anak-anak dan pemuda di Abasi tersebut akhirnya mendapat sumbangan papan selancar darinya. Sekarang, mereka bisa berselancar dengan menggunakan papan standard yang umumnya dipakai para peselancar dari luar negeri. Mereka lalu membentuk sebuah perkumpulan kecil yang diberi nama Abasi Klub Surfing. Kegiatan-kegiatan mereka bisa dilihat di blog abasiklubsurfing.blogspot.com. 
Brazil wave surfer Alberto Castro
Peselancar Asing di Manokwari
Bulan Februari hingga Maret, beberapa tahun lalu, para peselancar air dari beberapa negara berkunjung ke Manokwari. Mereka adalah sebuah tim selancar dari SurfExplore yang sudah lama bergelut di bidang selancar air. Kehadiran tim selancar internasional ini menambah kepercayaan diri anak-anak Papua di pantai Abasi yang tentu saja mendapat tambahan pengetahuan setelah melihat para peselancar kelas dunia tersebut bermain dengan ombak-ombak besar dari Lautan Pasifik. 
Kedatangan tim selancar air dari SurfExplore tersebut (John Callahan - Amerika Serikat; Phil Goodrich - Amerika Serikat; Hayato Maki - Jepang; Alberto L Castro - Brazil dan Emiliano Cataldi - Italia) sangat berharga di mata para anggota Abasi Klub Surfing karena mereka membantu mengangkat nama Manokwari sebagai destinasi baru untuk para peselancar air dunia. 
Selain selancar air, Manokwari adalah destinasi penting untuk wisatawan asing yang ingin menjelajah hutan hujan tropis di Pegunungan Arfak dan Pegunungan Tambrauw untuk mengamati burung surga, burung pintar, atau ingin melakukan kegiatan snorkeling di Teluk Dore dan daerah-daerah di sekitarnya.
Para pelancong yang datang ke Manokwari dan menikmati liburannya di sini bisa menginap di sejumlah hotel yang dibangun di dalam kota. Wisatawan dengan dana yang terbatas pula menginap rumah-rumah sederhana milik masyarakat setempat yang tinggal di Pantai Abasi. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi Abasi Klub Surfing akan membangun rumah tamu untuk wisatawan surfing guna membantu mereka tetap dekat dengan lokasi selancar sehingga biaya transportasi yang harus mereka keluarkan setiap hari bisa ditekan serendah mungkin. Abasi Klub Surfing bisa membantu wisatawan yang ingin menyewa sepeda motor Honda atau kendaraan bermotor beroda 4 seperti Toyota Hilux dengan harga yang terjangkau.
Sarana telekomunikasi di kota ini cukup memadai. Ada beberapa internet cafe yang bisa dimanfaatkan oleh wisatawan. Jaringan telepon celuler juga telah menjangkau sebagian besar wilayah kota dan sebagian kawasan pantai utara yang menjadi obyek wisata surfing. Para pemakai telpon genggam menggunakan SIM Card Simpati dan As yang harganya murah dan dapat diandalkan. Sejumlah hotel di kota ini menyediakan fasilitas internet WIFI. Telkomsel Flash dapat pula dimanfaatkan oleh para pengguna laptop yang ingin segera meng-upload foto-foto surfing yang mereka buat untuk dibagikan kepada teman-teman mereka yang ada di media sosial seperti Facebook.
Jika Anda berminat menikmati atau belajar selancar air di Manokwari, silahkan berkunjung ke Pantai Abasi di sebelah timur kota ini. Biasanya, musim ombak dimulai pada akhir Oktober hingga sekitar bulan Maret. Di samping menikmati olah raga air ini, wisatawan bisa juga menikmati aktivitas lain seperti snorkeling, dan juga jalan-jalan melihat hutan dan burung-burung tropis yang indah warnanya dan merdu kicauannya. 
Pantai Batu Papan
Pantai ini terletak di utara kota Manokwari dan sering dikunjungi wisatawan domestik dan internasionalm Di pantai ini ada rumah tamu (guesthouse) yang bisa disewa sebagai tempat menginap bagi wisatawan. Harga per malamnya adalah Rp. 400,000  dan telah dilengkapi AC.